
Sebagai wujud nyata dari ekspresi artistik dan pencapaian akademik, Program Studi Pendidikan Seni Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mempersembahkan gelaran akbar “Pertunjukan Seni: Pendidikan Seni 2025”. Acara ini diselenggarakan sebagai bagian dari Ujian Akhir Semester untuk mahasiswa Pendidikan Seni Tari angkatan 2023 dan Pendidikan Seni Pascasarjana angkatan 2025 UPI. Menjadi bagian dari rangkaian agenda besar The 21st QUOVADIS, pertunjukan ini didukung penuh oleh Fakultas Pendidikan Seni dan Desain (FPSD) UPI untuk mengapresiasi karya-karya orisinal buatan mahasiswa.
Pada sektor Penciptaan Seni Tari, penonton akan disuguhkan oleh 7 karya koreografi yang dikembangkan di bawah bimbingan langsung dosen pakar, Dr. Ayo Sunaryo, M.Pd. Ketujuh judul karya tari yang akan dipentaskan meliputi Kama Lasmi, Ngareak, Kala Narasima, Laku Raka, Niskala Sangga, Tandur Kencana, dan Aor Rasha. Setiap karya membawa narasi unik, mulai dari kedalaman ekspresi tradisi hingga eksplorasi gerak modern yang merepresentasikan identitas kultural dan kebebasan berekspresi para mahasiswa.
Tidak kalah menarik, sektor Seni Musik juga siap menggetarkan panggung melalui pertunjukan bertajuk De(s)ibel Composition & Performance di bawah bimbingan Dr. Rita Milyartini, M.Si. Eksplorasi musik ini dibagi ke dalam dua konsep unik, yakni Aero Alchemy Performance yang memadukan komposisi harmoni modern, serta Jori Dogu Kazoo, sebuah pertunjukan eksperimental kreatif yang memanfaatkan inovasi alat dapur kazoo sebagai instrumen utamanya. Perpaduan pertunjukan tari dan musik ini diharapkan mampu menjadi tolak ukur perkembangan seni pertunjukan akademis di Indonesia. Untuk informasi tiket dan agenda, publik dapat memantau akun Instagram resmi @pascasarjana.upi.
