KURIKULUM TAHUN 2021
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SENI JENJANG DOKTOR (S-3)
SEKOLAH PASCASARJANA
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
2021
A. Identitas
| 1 | Nama Program Studi, Jenjang | Pendidikan Seni, S3 |
| 2 | Alamat | Jl. Setiabudhi 229 Bandung |
| 3 | Kota | Bandung |
| 4 | Kode Pos | 40154 |
| 5 | Nomor Telepon | (022) 2001197, 2002320 |
| 6 | Nomor Faksimile | (022)2005090 |
| 7 | Alamat E-mail | [email protected] |
| 8 | Alamat Website | http://prodiseni.sps.upi.edu/ |
| 9 | Gelar yang diberikan | Doktor/Dr. |
| 10 | Tahun dan SK Pendirian | 17 June 2014, SK: 4350/UN40/HK/2014 |
| 11 | Tahun dan SK Akreditasi | 28 July 2020, SK BAN PT No. 4282/BAN-PT/Akred/D/VII/2020 |
B. Pimpinan Program Studi
1 | Nama | Prof. Juju Masunah, M.Hum., Ph.D |
2 | Posisi | Ketua Program Studi Pendidikan Seni |
3 | No. SK Penugasan | 1901/UM40/KP/2020 |
4 | Tanggal Mulai Penugasan | 1 Januari 2021 |
5 | Tanggal Selesai Penugasan | 30 Desember 2024 |
6 | Nomor Kontak Kaprodi | 081395050038 |
7 | Alamat E-mail |
C. Rationale
Kebutuhan Inovasi dan Pengembangan Kurikulum Baru Program Studi Pendidikan Seni
Kebutuhan untuk melakukan inovasi dan menyusun kurikulum baru pada Program Studi Pendidikan Seni didasarkan pada analisis terhadap disiplin ilmu pendidikan seni, ilmu seni, studi pelacakan alumni (tracer study), serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Selain itu, inovasi ini merupakan respon terhadap kepentingan para pemangku kepentingan, termasuk masyarakat dan pemerintah, dalam menjawab tuntutan global.
Inovasi pendidikan seni saat ini menyesuaikan dengan perkembangan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang merujuk pada keterampilan abad ke-21 dan kemajuan teknologi. Keterampilan tersebut mencakup kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, dan kreativitas, yang perlu diterapkan dalam aktivitas pedagogik, penelitian seni, pendidikan seni, serta pengabdian kepada masyarakat, guna meningkatkan sumber daya manusia menuju masyarakat yang sejahtera secara fisik dan mental di masa depan.
Berdasarkan analisis terhadap disiplin-disiplin dalam kurikulum yang telah dikembangkan, terdapat beberapa perubahan yang disesuaikan dengan peran kandidat Doktor sebagai inovator sekaligus pemecah masalah dalam bidang pendidikan seni. Perkembangan kebijakan serta kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah mendorong Program Studi Pendidikan Seni untuk melakukan perubahan kurikulum sesuai dengan tuntutan zaman. Pengembangan kurikulum ini mencakup perubahan pada tujuan pembelajaran, materi studi, strategi pembelajaran, dan evaluasi. Diharapkan lulusan Program Doktor Pendidikan Seni dapat berperan aktif dan memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa melalui pengembangan pendidikan seni, ilmu pengetahuan, dan teknologi.
D. The Study Program Profile
Program Doktor Pendidikan Seni
Program Doktor pada Program Studi Pendidikan Seni didirikan pada tanggal 17 Juni 2014 berdasarkan Surat Keputusan Rektor UPI Nomor 4350/UN40/HK/2014. Program studi ini mulai menerima mahasiswa sejak tahun 2015. Pada tahun 2019, program ini mengajukan akreditasi melalui BAN-PT.
Fokus keilmuan dalam Pendidikan Seni mencakup berbagai multidisiplin yang meliputi Pendidikan Tari, Pendidikan Musik, Pendidikan Seni Rupa, serta ilmu-ilmu seni lainnya. Sebagian besar mahasiswa yang terdaftar dalam program ini telah memiliki pengalaman dalam dunia kerja dan pelatihan, sehingga mereka memiliki keterampilan hidup dasar seperti berpikir kritis dan pemecahan masalah. Dengan demikian, diharapkan lulusan Program Studi Pendidikan Seni jenjang Doktor dapat menjadi pendidik seni di perguruan tinggi maupun birokrat di lembaga pemerintahan.
Staf pengajar dalam program ini merupakan para ahli di bidang pendidikan seni yang sesuai dengan kebutuhan kurikulum. Mereka juga aktif sebagai anggota asosiasi profesional di dalam dan luar negeri. Beberapa asosiasi seni yang diikuti oleh dosen Program Studi Pendidikan Seni antara lain:
- Asosiasi Pendidik Seni Indonesia (APSI)
- Asosiasi Program Studi Pendidikan Seni Pascasarjana (AP2SPs)
- Asosiasi Program Studi Seni Rupa (AP2SR)
- Asosiasi Program Studi Seni Musik (AP2SM)
- Asosiasi Program Studi Pendidikan Sendratasik (AP2Seni)
- National Dance Education Organization (NDEO) di Amerika Serikat.
Program Doktor Pendidikan Seni juga telah menjalin kerja sama dengan beberapa Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia, yaitu:
- Universitas Negeri Semarang (UNNES)
- Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)
- Universitas Negeri Jakarta (UNJ)
- Universitas Negeri Surabaya (UNESA)
- Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta
- Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung
- Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Di tingkat internasional, program ini telah menjalin kerja sama dengan Universiti Teknologi Mara (UiTM) Malaysia sejak 2014 hingga sekarang. Bentuk kerja sama meliputi pertukaran mahasiswa, pertunjukan bersama, pameran bersama, seminar bersama, dan pertukaran asesor untuk ujian tesis dan disertasi. Kerja sama juga telah diperluas ke Youngsan University Korea Selatan, Halle University Jerman, dan The Ohio State University Amerika Serikat.
Program studi ini juga mengembangkan kolaborasi dengan mitra dari lembaga dalam negeri, seperti Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Museum Jawa Barat, komunitas seni, sanggar seni, dan MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) Seni. Selain itu, kami juga menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang meliputi seminar, lokakarya pendidikan seni, pelatihan tari dan musik untuk guru, instruktur sanggar, pelaku kreatif, serta komunitas seni.
E. Visi dan Misi
Vision
Menjadikan program studi pendidikan seni jenjang doktor pelopor dan unggul dalam mengembangkan disiplin ilmu pendidikan seni dan pendidikan disiplin ilmu seni di tingkat Internasional.
Mision
- Menyelenggarakan pendidikan seni untuk menyiapkan pendidik seni yang mampu mengamalkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan/atau teknologi melalui penalaran dan penelitian ilmiah;
- Menyelenggarakan penelitian secara interdisiplin atau multisiplin dan publikasi karya ilmiah serta karya seni inovatif dalam lingkup nasional dan internasional;
- Menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat berbasis penelitian yang dapat memberikan kontribusi pengamalan ilmu pengetahuan dan teknologi serta berkontribusi bagi masyarakat;
- Menyelenggarakan kerjasama dan perluasan jejaring dengan masyarakat ilmiah nasional dan internasional, serta program studi pendidikan seni pascasarjana pada perguruan tinggi di dalam negeri dan luar negeri;
F. Tujuan
The Doctoral Study Program aims to do the following:
- Menyelenggarakan pendidikan untuk menyiapkan pakar pendidikan seni, yang siap bekerja di tingkat nasional maupuan internasional;
- Menghasilkan tenaga ahli/professional yang mampu merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi program Pendidikan Seni dalam berbagai jenjang pendidikan formal dan nonformal
- Membina dan mengembangkan Sumber Daya Manusia yang berbakat dalam penulisan, kuratorial, kritik dalam konteks pameran dan pertunjukan seni, serta mengaplikasikan ilmu Pendidikan Seni dan ilmu seni untuk kepentingan masyarakat.
G. Profile Lulusan
Profil lulusan program studi jenjang doktor (S3) adalah pakar Pendidikan Seni yang memiliki jiwa kepemimpinan, mampu mengelola organisasi, memberikan kontribusi secara kreatif dan inovatif bagi pendidikan seni melalui riset unggulan berskala nasional atau internasional dan mempublikasikannya berdasarkan norma dan etika akademik.
Profil Lulusan | Deskripsi |
Pakar Pendidikan Seni dan Pengembang Program Seni | Melakukan riset unggul dalam bidang pendidikan seni, ilmu seni, dan karya seni. Mempublikasikan artikel ilmiah dalam bidang pendidikan seni, ilmu seni, dan kajian seni. Menjadi pakar dalam pendidikan seni sesuai dengan bidang keahliannya, yang dapat berkontribusi terhadap pendidikan seni dan mampu mengembangkan kualitas sumber daya manusia. |
| PEO | Deskripsi |
|---|---|
| PEO- 1 | Lulusan pendidikan seni mampu berfikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif dalam menghasilkan teori dan konsep melalui riset-riset unggulan dalam pendidikan seni, ilmu seni, dan karya seni. |
| PEO-2 | Lulusan pendidikan seni mampu mempublikasikan hasil riset tentang pendidikan seni, ilmu seni dan karya seni secara nasional dan internasional. |
| PEO-3 | Lulusan Pendidikan Seni mampu menjadi ahli pendidikan seni yang memiliki perspektif multidisiplin, adaptif terhadap perubahan dan perkembangan zaman, dan menjadi pembelajar sepanjang hayat |
| PEO-4 | Lulusan Pendidikan Seni memiliki jiwa kepemimpinan, mampu mengelola organisasi, memberikan kontribusi secara kreatif dan inovatif bagi pendidikan seni dengan memperhatikan nilai, norma, etika. |
| PEO- 1 |
|
| PEO-2 |
|
| PEO-3 |
|
| PEO-4 |
|
H. GRADUATE LEARNING OUTCOMES
| 1. SIKAP (S) OR ATTIDUDE: | |
Menunjukkan sikap dan perilaku ilmiah, edukatif, dan religius, yang berkontribusi dalam peningkatan mutu kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara berdasarkan norma dan etika akademik | |
| 2. PENGETAHUAN (P) or KNOWLEDGE | |
| P1 | Menguasai pengetahuan konseptual-teoretis dan/atau pengetahuan aplikatif di bidang kependidikan seni; |
| P2 | Mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan/ atau seni baru dalam bidang ilmu pendidikan seni atau praktik profesionalnya melalui penelitian, hingga menghasilkan karya kreatif, original, dan teruji; |
| 3. KETERAMPILAN UMUM (KU) or GENERAL SKILLS | |
| KU1 | Mampu mengintegrasikan kecakapan belajar dan berinovasi, penguasaan teknologi dan informasi, pengembangan karir, dan kecakapan hidup untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat. |
| KU2 | Mampu menemukan atau mengembangkan teori/konsepsi/ gagasan ilmiah baru dan memberikan kontribusi pada pengembangan, pengamalan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan penerapan nilai humaniora di bidang keahliannya melalui penelitian ilmiah berdasarkan peta jalan penelitian dengan pendekatan interdisiplin, multidisiplin, atau transdisiplin |
| 4. KETERAMPILAN KHUSUS (KK) or SPECIAL SKILLS | |
| KK1 | Mengembangkan peta jalan (roadmap) penelitian sebagai landasan untuk melakukan penelitian dalam bidang pendidikan seni; |
| KK2 | Melakukan penelitian dan pengembangan terkait pendekatan, strategi, dan metode pembelajaran baru yang inovatif dan kreatif untuk meningkatkan mutu dan hasil pembelajaran serta memaksimalkan potensi peserta didik; |
| KK3 | Memimpin penelitian dan pengembangan dalam bidang pendidikan yang bermanfaat bagi ilmu pengetahuan dan kemaslahatan umat manusia serta mendapat pengakuan nasional maupun internasional; |
| KK4 | Menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi serta keahliannya untuk kesejahteraan dan kemaslahatan masyarakat berlandaskan nilai-nilai pendidikan seni; |
| KK5 | Menemukan solusi atas permasalahan pendidikan seni melalui pendekatan inter, multi, dan transdisipliner; |
| KK6 | Mempublikasikan gagasan dan hasil penelitian secara lisan maupun tertulis, baik pada tataran nasional maupun global, bagi kepentingan ilmu pengetahuan dan kehidupan masyarakat |
| No | Program Educational Objectives (PEO) | SIKAP | PENGETAHUAN | KET. UMUM | KET. KHUSUS | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| S1 | P1 | P2 | KU.1 | KU.2 | KK1 | KK2 | KK3 | KK4 | KK5 | KK6 | |||
| 1 | PEO 1 | ✓ | ✓ | ✓ | ✓ | ✓ | |||||||
| 2 | PEO 2 | ✓ | ✓ | ✓ | ✓ | ||||||||
| 3 | PEO 3 | ✓ | ✓ | ✓ | ✓ | ||||||||
| 4 | PEO 4 | ✓ | ✓ | ||||||||||
| No | Kode | Bahan Kajian |
|---|---|---|
| 1 | BK-1 | Teori, praksis, dan kebijakan pendidikan seni |
| 2 | BK-2 | Teori dan konsep keilmuan serta kekaryaan seni |
| 3 | BK-3 | Filsafat |
| 4 | BK-4 | Teori, praktik, dan publikasi hasil penelitian inter, multi, dan transdisiplin |
| 5 | BK-5 | Teori dan konsep ilmu humaniora |
| 6 | BK-6 | Teori dan praktik teknologi, informasi, dan komunikasi |
| 7 | BK-7 | Enterpreneurship dan Industri kreatif |
| No | Bahan Kajian | SIKAP | PENGETAHUAN | KET. UMUM | KET. KHUSUS | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| S1 | Sn… | P1 | P2 | KU1 | KU2 | KK1 | KK2 | KK3 | KK4 | KK5 | KK6 | ||
| 1 | BK-1 | ✓ | ✓ | ✓ | ✓ | ✓ | ✓ | ✓ | ✓ | ✓ | ✓ | ✓ | |
| 2 | BK-2 | ✓ | ✓ | ✓ | ✓ | ✓ | ✓ | ✓ | ✓ | ✓ | ✓ | ✓ | |
| 3 | BK-3 | ✓ | ✓ | ✓ | ✓ | ✓ | ✓ | ✓ | |||||
| 4 | BK-4 | ✓ | ✓ | ✓ | ✓ | ✓ | ✓ | ✓ | ✓ | ✓ | ✓ | ✓ | |
| 5 | BK-5 | ✓ | ✓ | ✓ | ✓ | ✓ | ✓ | ✓ | ✓ | ||||
| 6 | BK-6 | ✓ | ✓ | ✓ | ✓ | ✓ | ✓ | ✓ | ✓ | ✓ | ✓ | ||
| 7 | BK-7 | ✓ | ✓ | ✓ | ✓ | ✓ | ✓ | ✓ | ✓ | ✓ | ✓ | ||
| No | Bahan Kajian | Nama Mata Kuliah | Kode MK | Jumlah SKS |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Teori, konsep, kebijakan pendidikan seni | Kajian Pedagogik | PS703 | 2 |
| Etnopedagogi Pendidikan Seni | KS802 | 3 | ||
| Pengembangan Model Pendidikan Seni | KS807 | 2 | ||
| Pengembangan Model Kurikulum Pendidikan Seni | KS809 | 2 | ||
| Kapita Selecta Pendidikan Seni | KS 815 | 3 | ||
| Kajian Kurikulum Pendidikan Seni* | KS701 | 3 | ||
| 2 | Teori dan konsep keilmuan seni dan kekaryaan seni | Psikologi Persepsi (Sesuai dengan Psikologi Bidang) | KS806 | 2 |
| Semiologi | KS813 | – | ||
| Seni Pertunjukan | KS 814 | 3 | ||
| 3 | Filsafat | Filsafat Ilmu | PS702 | 2 |
| Filsafat Pendidikan Seni | KS804 | 2 | ||
| Filsafat dan Estetika Seni | KS808 | 2 | ||
| 4 | Teori, praktik, dan publikasi hasil pendidikan inter, multi, dan transdisiplin | Statistika Data Sains | PS801 | 3 |
| Metode Penelitian Multidisiplin | PS801 | 3 | ||
| Mini Riset (Terkait Disertasi) | KS803 | 4 | ||
| Pendekatan Penelitian Seni dan Pendidikan Seni | KS805 | 2 | ||
| Metodologi Penelitian Terapan Pendidikan Seni* | KS700 | 3 | ||
| Seminar Penelitian Pendidikan Seni* | KS702 | 3 | ||
| 5 | Teori dan konsep ilmu humaniora | Antropologi & Sosiologi Seni | KS800 | 4 |
| Teori dan Strategi Kebudayaan | KS811 | 3 | ||
| 6 | Teori dan praktik teknologi, informasi, dan komunikasi | Seni dan Teknologi | KS810 | 3 |
| Multi Media Pendidikan Seni* | KS703 | 3 | ||
| 7 | Enterpreneurship dan Industri Kreatif | Seni dan Industri Kreatif | KS812 | 3 |
I. Proses Pembelajaran
Program doktor diarahkan pada penguasaan keterampilan riset dan pemecahan masalah yang menggerakkan berbagai hasil penelitian serta mengelaborasi teori dan konsep ilmiah untuk meningkatkan kualitas pendidikan seni dalam lingkup mikro, makro, dan meso. Konsep pendidikan seni yang konstruktif terhadap perubahan zaman digunakan untuk melakukan penelitian secara interdisipliner, multidisipliner, dan transdisipliner.
Rencana riset mahasiswa doktoral harus dikembangkan sesuai kebutuhan nasional dalam kerangka peta jalan (roadmap) riset yang jelas. Penelitian di tingkat doktor juga perlu diselaraskan dengan rencana strategis UPI. Pembelajaran yang mutakhir (state-of-the-art) akan ditekankan pada bagaimana mahasiswa diharapkan dapat menghasilkan kebaruan (novelty) dalam riset yang berkontribusi bagi dunia pendidikan seni dan masyarakat. Mahasiswa harus adaptif terhadap kemajuan teknologi dan transformasi digital, di mana mereka memanfaatkan kecanggihan teknologi untuk meningkatkan produktivitas di era revolusi industri 4.0. Selain itu, kesadaran lintas budaya (intercultural awareness) menjadi penguatan penting dalam proses pembelajaran. Hal ini menjadi jembatan antar budaya yang bertujuan untuk menumbuhkan pemahaman dan apresiasi terhadap perbedaan budaya yang bermakna serta memperkuat nilai pendidikan karakter.
Program studi menekankan proses pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa (student-centered learning). Metode pembelajaran yang digunakan beragam, seperti metode studi kasus, pembelajaran berbasis proyek, dan pembelajaran berbasis masalah. Ciri khas dari program doktor adalah pembelajaran yang bersifat interaktif, kreatif, kontekstual, partisipatif, dan kolaboratif. Mahasiswa diwajibkan membaca buku teks dan artikel jurnal penelitian terkini, melakukan analisis, mendiskusikan ide secara kritis, kemudian mempresentasikan hasilnya. Proses pembelajaran mahasiswa didukung oleh universitas yang menyediakan sarana dan prasarana pembelajaran yang memadai.
Mahasiswa didorong untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan akademik dan non-akademik, seperti mengikuti lokakarya, pameran, festival, seminar, dan konferensi. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kompetensi mereka sebagai pendidik seni serta membangun jejaring dengan para pemangku kepentingan (stakeholder). Mahasiswa diwajibkan untuk terlibat sebagai pemakalah, peserta, dan panitia dalam Seminar Internasional Quovadis on Arts Education yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Seni setiap tahun, serta International Conference on Arts and Design Education (ICADE) yang diselenggarakan oleh Fakultas Pendidikan Seni dan Desain.
Melalui proses pembelajaran yang dirancang tersebut, diharapkan lulusan Doktor Pendidikan Seni dapat mengembangkan teori, konsep, serta model-model inovatif dalam bidang pendidikan seni. Dengan pengalaman belajarnya, lulusan juga diharapkan mampu memberikan solusi atas berbagai permasalahan terkait pendidikan seni di Indonesia.
J. Sistem Penilaian dan Evaluasi
Program Doktor Pendidikan Seni mengukur kompetensi sikap, pengetahuan, keterampilan umum, dan keterampilan khusus melalui empat tahap penilaian. Mahasiswa doktoral diwajibkan menyelesaikan 42 hingga 49 SKS mata kuliah pascasarjana selama tiga semester. Setelah itu, mereka harus lulus Ujian Kualifikasi, Ujian Kompetensi Bahasa Inggris, Ujian Komprehensif, Ujian Akhir, dan menyerahkan disertasi (yang mencakup 15 SKS).
1. Sistem Penilaian Mata Kuliah
Penilaian mata kuliah dilakukan secara sumatif dan formatif. Penilaian sumatif dilaksanakan pada akhir setiap semester, sedangkan penilaian formatif dilakukan oleh dosen selama satu semester berlangsung. Aktivitas proses pembelajaran dan hasil belajar merupakan dua faktor utama dalam penilaian, yang ditentukan oleh kemampuan mahasiswa dalam melaksanakan dan melaporkan penelitian secara tepat.
Nilai mata kuliah diatur dalam pedoman akademik universitas, dengan ketentuan sebagai berikut:
| Letter | Point | Degree of Quality | Level of Competency (%) | Remarks |
|---|---|---|---|---|
| A | 4.0 | Excellent | 90–100 | |
| A- | 3.7 | Almost Excellent | 85–89 | |
| B+ | 3.4 | Very Good | 80–84 | |
| B | 3.0 | Good | 75–79 | |
| B- | 2.7 | Fairly Good | 70–74 | |
| C+ | 2.4 | More than Adequate | 65–69 | |
| C | 2.0 | Adequate | 60–64 | Passing grade for Masters and Doctoral levels |
| D | 1.0 | Inadequate | 55–59 | Re-take the required subjects |
| E | <1.0 | Fail | Below 55 | Re-take the required subjects |
2. Ujian Kualifikasi
Ujian kualifikasi pada jenjang doktor dilakukan dan dijadwalkan oleh program studi. Mahasiswa yang mengambil ujian ini adalah mereka yang telah menempuh minimal 36 SKS. Konten yang diujikan adalah kemampuan pedagogik, keilmuan seni, dan metode penelitian. Jawaban soal dituliskan dalam bentuk essay dan open book. Nilai ujian ini dalam bentuk kualitatif yaitu lulus atau tidak lulus atau remedial. Apabila mahasiswa tidak memenuhi batas minimal, maka mahasiswa berhak mengulang atau remedial satu kali. Hasil kelulusan ujian ini disampaikan dalam bentuk surat keputusan dari Direktur Pascasarjana UPI.
3. Penilaian Ujian Sidang Proposal
Ujian sidang proposal dilakukan oleh program studi pada saat mahasiswa akan melakukan riset disertasi. Mahasiswa mengajukan ujian proposal setelah melakukan bimbingan dengan Pembimbing Akademik (PA), dan proposal disetujui oleh PA dan Ketua Program Studi. Pendaftaran sidang proposal dilakukan oleh mahasiswa secara online melalui sps.upi.edu.siptama dengan mengupload bukti kontrak rencana semester (KRS) dan lembar pengesahan proposal. Jadwal dan penguji ditentukan oleh Ketua Program Studi.
Pada pelaksanaan ujian, seorang mahasiswa diuji oleh tiga orang penguji yang terdiri dari pembimbing akademik, dan dua penguji. Penilaian terkait dengan kelayakan dan isi serta penguasaan bidang ilmu yang akan diriset serta metode yang akan dilakukannya. Hasil penilaian terdapat tiga pilihan yaitu: a) disetujui tanpa perbaikan dan langsung pembimbingan tesis; b) disetujui dengan sedikit perbaikan dan langsung pembimbingan; dan c) ditolak atau harus memperbaiki proposal secara menyeluruh. Apabila ditolak, maka mahasiswa harus mengulang ujian sidang. Setelah lulus proposal dan merevisinya, mahasiswa mengajukan dosen pembimbing tiga orang kepada Ketua Program Studi. Pembimbing utama atau promotor diharuskan dari Program Studi Pendidikan Seni UPI bergelar Profesor, sedangkan Co-Promotor dan anggota promotor minimal bergelar Doktor dipilih oleh mahasiswa dari luar program studi Pendidikan Seni atau dari luar UPI sesuai dengan bidang kepakarannya dan relevan dengan riset mahasiswa. Atas usulan mahasiswa dan pertimbangan serta persetujuan ketua Program Studi (Ka Prodi) Pendidikan Seni, maka Ka Prodi Pendidikan Seni mengajukan persetujuan kepada Direktur Sekolah Pascasarjana UPI. Kemudian, mahasiswa akan mendapatkan Surat Keputusan (SK) Direktur tentang penelitian dan pembimbingan disertasi. SK tersebut berlaku satu semester, apabila mahasiswa belum lulus dalam satu semester, maka mahasiswa wajib untuk mengajukan SK penelitian dan pembimbingan setiap semester.
4. Ujian Disertasi
Ujian disertasi dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap 1 dan 2 diuji oleh tiga pembimbing dan dua penguji dalam bentuk sidang, dimana mahasiswa memaparkan hasil dan temuan penelitian kemudian penguji memberikan komentar, kritik, saran, dan pertanyaan. Ujian tahap I bersifat tertutup biasanya para penguji lebih memberikan saran untuk kelengkapan data dan kekurangan disertasi daripada pertanyaan yang sifatnya menguji. Hasil ujian sidang tahap 1 diberi waktu perbaikan dua minggu, kemudian mahasiswa mengajukan sidang tahap 2 atau sidang terbuka promosi doktor. Para penguji dalam ujian tahap 2 ini benar-benar menggali kemampuan mahasiswa dalam ilmu yang dirisetnya dengan mengajukan pertanyaan, saran, dan rekomendasi, dan bantahan. Dalam ujian tahap 1 dan 2 ini mahasiswa dinyatakan lulus dengan dengan rentang nilai yang diterapkan oleh Sekolah Pascasarjana yaitu coumlaude (3,76 – 4) sangat memuaskan (3,51 – 3, 75), dan memuaskan (3,00 s.d 3,51).
5. RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER
Setiap matakuliah akan dibuat rencana pembelajaran semester (RPS) oleh dosen pengampu matakuliah. RPS ini akan diupload melalui SPOT untuk digunakan oleh dosen dan menjadi rujukan mahasiswa. RPS ini akan dievaluasi setiap semester agar adaptif dengan perubahan dan perkembangan jaman.
6. EVALUSI KURIKULUM PROGRAM STUDI
Program studi pendidikan seni jenjang Doktor akan mengadakan evaluasi kurikulum setiap tahun di akhir semester genap. Evaluasi ini untuk melihat capaian pembelajaran lulusan (CPL) dan implementsi serta kebutuhan masyarakat. Hal ini akan digunakan sebagai dasar perbaikan kinerja kurikulum dan pengambilan kebijakan. Evaluasi ini akan melibatkan seluruh dosen, perwakilan mahasiswa, alumni, dan stakeholder serta asosiasi profesi
K. STRUKTUR KURIKULUM PROGRAM DOKTOR
Kurikulum Program Doktor Pendidikan Seni menawarkan dua jalur: Doktor melalui Perkuliahan (Coursework) dan Doktor melalui Penelitian (Research). Bagi mahasiswa doktoral yang memilih jalur perkuliahan, jumlah kredit yang harus ditempuh adalah 42 hingga 49 SKS. Jumlah ini berlaku untuk mahasiswa yang memiliki latar belakang linear dalam pendidikan seni, sementara bagi mahasiswa doktoral dengan latar belakang non-linear, harus menempuh 54 hingga 62 SKS (termasuk 12 SKS mata kuliah Aanvullen).
Lama waktu untuk menyelesaikan perkuliahan diperkirakan selama 4 semester, dan untuk melaksanakan penelitian antara 2 hingga 10 semester. Mahasiswa jalur Doktor melalui Penelitian wajib mengikuti perkuliahan setara 46 SKS dalam waktu empat semester. Mata kuliah inti yang harus diambil pada semester 1 adalah Landasan Pedagogik dan Metodologi Penelitian Lanjutan, serta studi mandiri yang langsung dibimbing oleh dosen pembimbing dalam bentuk kajian pustaka dan proposal siap ujian.
Pada semester 2, mahasiswa wajib melaksanakan seminar proposal penelitian dan melaksanakan penelitian awal, serta menulis untuk publikasi ilmiah. Selama pelaksanaan penelitian, mahasiswa jalur Doktor melalui Penelitian harus mempublikasikan minimal 4 artikel ilmiah di jurnal bereputasi. Apabila tidak dapat memenuhi persyaratan tersebut, mahasiswa wajib berpindah ke Program Doktor melalui Perkuliahan.
Struktur mata kuliah dikelompokkan ke dalam empat kategori, yaitu:
- Mata Kuliah Keahlian Pascasarjana, 3 mata kuliah, 7 SKS.
- Mata Kuliah Inti Program Studi, 4 mata kuliah, 14 SKS.
- Mata Kuliah Pilihan Program Studi, 10 mata kuliah (yang diambil hanya 3 mata kuliah), 10 SKS.
- Mata Kuliah Aanvullen (4 mata kuliah), 12 SKS.
- Disertasi, 15 SKS.
| No | Kode | Kelompok Mata Kuliah | SKS | Semester | |||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | 2 | 3 | 4 | ||||
| A. Mata Kuliah Keahlian Pascasarjana (MKKIPs) | |||||||
| 1. | PS702 | Filsafat Ilmu | 2 | X | |||
| 2. | PS801 | Statistika Data Sains | 3 | X | |||
| 3. | PS703 | Kajian Pedagogik | 2 | X | |||
| Jumlah SKS MKKIPs | 7 | 3 | 4 | 0 | |||
| B. Mata Kuliah Keahlian Inti Program Studi (MKKIPS) | |||||||
| 1. | KS800 | Antropologi & Sosiologi Seni | 4 | X | |||
| 2. | PS801 | Metode Penelitian Multidisiplin | 3 | X | |||
| 3. | KS802 | Etnopedagog Pendidikan Seni | 3 | X | |||
| 4. | KS803 | Mini Riset (Terkait Disertasi) | 4 | X | |||
| Jumlah SKS MKKIPS | 14 | 8 | 6 | 0 | |||
| C. Mata Kuliah Keahlian Pilihan Program Studi (MKKPPS) | |||||||
| 1. | KS804 | Filsafat Pendidikan Seni | 2 | X | |||
| 2. | KS805 | Pendekatan Penelitian Seni dan Pendidikan Seni | 2 | X | |||
| 3. | KS806 | Psikologi Persepsi (Sesuai dengan Bidang Psikologi) | 2 | X | |||
| 4. | KS807 | Pengembangan Model Pendidikan Seni | 2 | X | |||
| 5. | KS808 | Filsafat dan Estetika Seni | 2 | X | |||
| 6. | KS809 | Pengembangan Model Kurikulum Pendidikan Seni | 2 | X | |||
| 7. | KS810 | Seni dan Teknologi | 3 | X | |||
| 8. | KS811 | Teori dan Strategi Kebudayaan | 3 | X | |||
| 9. | KS812 | Seni dan Industri Kreatif | 3 | X | |||
| 10. | KS813 | Seniologi | 3 | X | |||
| 11. | KS814 | Seni Pertunjukan | 3 | X | |||
| 12. | KS815 | Kapita Selekta Pendidikan Seni | 3 | X | |||
| Jumlah SKS MKKPPS | 10 | 2 | 5 | 12 | |||
| D. Mata Kuliah Aanvullen (MKA*) | |||||||
| 1. | KS700 | Metodologi Penelitian Terapan Pendidikan Seni | 3 | X | |||
| 2. | KS701 | Kajian Kurikulum Pendidikan Seni | 3 | X | |||
| 3. | KS702 | Seminar Penelitian Pendidikan Seni | 3 | X | |||
| 4. | KS703 | Multimedia Pendidikan Seni | 3 | X | |||
| Jumlah SKS MKAv | 12 | 6 | 9 | 0 | |||
| 1. | PK898 | Disertasi | 15 | X | |||
| Jumlah SKS Disertasi | 15 | 0 | 0 | 0 | 15 | ||
| Jumlah Beban Belajar Program Doktor (Linear) | 55 | 13 | 15 | 12 | 15 | ||
| Jumlah Beban Belajar Program Doktor (Tidak Linear) | 66 | 19 | 24 | 12 | 15 | ||
L. PEMETAAN CAPAIAN PEMBELAJARAN PROGRAM STUDI DAN CAPAIAN PEMBELAJARAN MATA KULIAH
|
No |
code |
COURCE GROUP |
SCS |
ATTITUDE |
KNOWLEDGE |
GENERAL SKILLS |
SPECIAL SKILLS | ||||||||
|
A1 |
K1 |
K2 |
GS |
GS1 |
GS2 |
SS1 |
SS2 |
SS3 |
SS4 |
SS5 |
SS6 | |||
| 1. | PS702 | Filsafat Ilmu | 2 | T | T | T | T | T | T | S | S | T | S | S | |
| 2. | PS801 | Statistika Data Sains | 3 | S | T | S | T | T | T | T | T | S | S | T | |
| 3. | PS703 | Kajian Pedagogik | 2 | T | T | T | T | T | T | T | S | T | T | S | |
| B. Core Study Courses | |||||||||||||||
| 1. | KS800 | Antropologi & Sosiologi Seni | 4 | T | T | T | T | T | T | T | T | T | T | S | |
| 2. | PS801 | Metode Penelitian Multidisiplin | 3 | T | T | T | T | T | T | T | T | T | T | T | |
| 3. | KS802 | Etnopedagog Pendidikan Seni | 3 | T | T | T | T | T | T | T | T | T | T | S | |
| 4. | KS803 | Mini Riset (Terkait Disertasi) | 4 | T | T | T | T | T | T | T | T | T | T | T | |
| C. Elective Subject-related Courses**) | |||||||||||||||
| 1. | KS804 | Filsafat Pendidikan Seni | 2 | T | T | T | T | T | T | T | T | S | T | R | |
| 2. | KS805 | Pendekatan Penelitian Seni dan Pendidikan Seni | 2 | T | T | T | T | T | T | T | T | S | T | S | |
| 3. | KS806 | Psikologi Persepsi (Sesuai Bidang Psikologi) | 2 | T | T | T | T | T | T | T | T | S | T | R | |
| 4. | KS807 | Pengembangan Model Pendidikan Seni | 2 | T | T | T | T | T | T | T | T | S | T | S | |
| 5. | KS808 | Filsafat dan Estetika Seni | 2 | T | T | T | T | T | T | T | T | S | T | R | |
| 6. | KS809 | Pengembangan Model Kurikulum Pendidikan Seni | 2 | T | T | T | T | T | T | T | T | S | T | ||
| 7. | KS810 | Seni dan Teknologi | 3 | T | T | T | T | T | T | T | T | S | T | T | |
| 8. | KS811 | Teori dan Strategi Kebudayaan | 3 | S | T | T | T | T | T | T | T | S | T | R | |
| 9. | KS812 | Seni dan Industri Kreatif | 3 | T | T | T | T | T | T | T | T | S | T | T | |
| 10. | KS813 | Seniologi | 3 | S | T | T | T | T | T | T | T | S | T | S | |
| D. Aanvullen Courses (MKAv) *) | |||||||||||||||
| 1. | KS700 | Metodologi Penelitian Terapan Pendidikan Seni | 3 | T | T | T | T | T | T | T | T | S | T | S | |
| 2. | KS701 | Kajian Kurikulum Pendidikan Seni | 3 | T | T | T | T | T | T | T | T | S | T | S | |
| 3. | KS702 | Seminar Penelitian Pendidikan Seni | 3 | T | T | T | T | T | T | T | T | S | T | S | |
| 4. | KS703 | Multimedia Pendidikan Seni | 3 | T | T | T | T | T | T | T | T | S | T | T | |
| 1. | PK898 | Disertasi | 15 | ||||||||||||
Remarks:
T : Course’s contribution to Study Program Learning Achievement is high
S : Course’s contribution to Study Program Learning Achievement is medium
R : Course’s contribution to Study Program Learning Achievement is low
